Selamat Datang
Welcome.
Republik Indonesia
Republik Indonesia, disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Wayang (Puppet Theatre)
Wayang is a form of puppet theatre art found in Indonesia and other parts of Southeast Asia, wherein a dramatic story is told through shadows thrown by puppets and sometimes combined with human characters.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Terima kasih
Thank you.
Monday, June 23, 2014
Sunday, January 12, 2014
Urutan Pertumbuhan Gigi Pada Anak
Pertumbuhan gigi manusia sudah dimulai sejak bayi. Namun sebelum berubah
menjadi gigi dewasa, gigi yang tumbuh pada bayi hanya terdiri atas
beberapa pasang dan biasa disebut dengan gigi susu atau gigi sulung.
Pertumbuhan gigi susu disebabkan oleh beberapa faktor seperti nutrisi, hormonal, dan faktor genetik. Gigi susu pada bayi biasanya sudah muncul sejak usia enam bulan. Namun ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi di bawah usia enam bulan, atau justru belum tumbuh hingga usia satu tahun.
Sebelum berubah menjadi gigi tetap yang berjumlah 32 buah, gigi susu akan tumbuh sejumlah 20 buah dan pertumbuhan berlangsung bertahap selama 2,5 tahun pertama. Pertumbuhan gigi susu dimulai dengan tumbuhnya dua pasang gigi seri bagian atas, dua pasang gigi seri bagian bawah, gigi geraham yang akan muncul pada usia 8-9 bulan, serta gigi taring.
Secara lengkap, gigi susu berjumlah 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah (4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 4 gigi geraham). Gigi geraham pada gigi susu hanya terdiri dari satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam. Umumnya dibedakan menjadi gigi geraham besar dan gigi geraham kecil.
Jika bayi Anda mengalami demam, rewel, dan gusi membengkak, kemungkinan besar bayi Anda sedang mengalami pertumbuhan gigi susu. Bayi akan merasa gatal pada gusi, sehingga mereka cenderung akan menggigit setiap benda yang ada di genggamannya. Jika ini terjadi pada bayi Anda, berikanlah mainan karet lunak yang bersih dan aman untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.
Gigi susu sifatnya hanyalah sementara. Gigi susu akan tanggal perlahan dan digantikan dengan gigi tetap. Biasanya gigi susu akan tanggal bersamaan dengan pertumbuhan gigi tetap, kecuali pada gigi geraham besar. Gigi geraham besar pertama akan tumbuh saat anak berusia 6-7 tahun. Gigi tersebut bukanlah pengganti melainkan langsung muncul di deretan belakang gigi susu atas dan bawah. Sedangkan gigi susu lainnya seperti geraham kecil, taring dan seri akan tumbuh menggantikan gigi susu sebelumnya.
Saat anak telah berusia 6-7 tahun, mereka akan mengalami periode gigi campur. Gigi akan tumbuh tidak beraturan akibat terjadinya peralihan masa antara tanggalnya gigi susu dan tumbuhnya gigi tetap. Untuk itu penting halnya bagi para orangtua untuk memperhatikan kesehatan gigi anak pada masa ini.
Meski akan mengalami pergantian, gigi susu sangat berfungsi bagi perkembangan setiap anak. Gigi susu membantu anak dalam proses pengucapan, membantu terjadinya proses pencernaan, serta menonjolkan unsur estetika pada wajah anak. Gigi susu juga memiliki fungsi lain yang tidak dimiliki oleh gigi tetap. Gigi susu dapat berfungsi sebagai penjaga pertumbuhan lengkung rahang sekaligus menjadi petunjuk bagi gigi tetap agar tidak tumbuh keluar dari jalurnya.
Kebanyakan kasus gigi yang menumpuk dan tidak beraturan terjadi akibat gigi susu yang tanggal sebelum waktunya. Biasanya gigi susu yang tanggal akibat karies atau dicabut akan membuyarkan petunjuk tumbuhnya gigi tetap. Rahang bekas tanggalnya gigi susu akan menyebabkan rahang melengkung dan menyempit sehingga tidak cukup menampung gigi dalam susunan yang teratur.
Pemantauan perkembangan gigi susu anak sebaiknya dilakukan teratur oleh orangtua. Mengajarkan anak untuk menggosok gigi secara benar dan teratur dengan sikat gigi khusus anak dapat menjadi solusi mencegahnya kerusakan gigi sejak dini. Membawa anak secara rutin ke dokter gigi dalam enam bulan sekali juga dapat membantu orangtua mengawasi pertumbuhan gigi susu anak.
Sumber: meetdoctor.com
Pertumbuhan gigi susu disebabkan oleh beberapa faktor seperti nutrisi, hormonal, dan faktor genetik. Gigi susu pada bayi biasanya sudah muncul sejak usia enam bulan. Namun ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi di bawah usia enam bulan, atau justru belum tumbuh hingga usia satu tahun.
Sebelum berubah menjadi gigi tetap yang berjumlah 32 buah, gigi susu akan tumbuh sejumlah 20 buah dan pertumbuhan berlangsung bertahap selama 2,5 tahun pertama. Pertumbuhan gigi susu dimulai dengan tumbuhnya dua pasang gigi seri bagian atas, dua pasang gigi seri bagian bawah, gigi geraham yang akan muncul pada usia 8-9 bulan, serta gigi taring.
Secara lengkap, gigi susu berjumlah 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah (4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 4 gigi geraham). Gigi geraham pada gigi susu hanya terdiri dari satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam. Umumnya dibedakan menjadi gigi geraham besar dan gigi geraham kecil.
Jika bayi Anda mengalami demam, rewel, dan gusi membengkak, kemungkinan besar bayi Anda sedang mengalami pertumbuhan gigi susu. Bayi akan merasa gatal pada gusi, sehingga mereka cenderung akan menggigit setiap benda yang ada di genggamannya. Jika ini terjadi pada bayi Anda, berikanlah mainan karet lunak yang bersih dan aman untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.
Gigi susu sifatnya hanyalah sementara. Gigi susu akan tanggal perlahan dan digantikan dengan gigi tetap. Biasanya gigi susu akan tanggal bersamaan dengan pertumbuhan gigi tetap, kecuali pada gigi geraham besar. Gigi geraham besar pertama akan tumbuh saat anak berusia 6-7 tahun. Gigi tersebut bukanlah pengganti melainkan langsung muncul di deretan belakang gigi susu atas dan bawah. Sedangkan gigi susu lainnya seperti geraham kecil, taring dan seri akan tumbuh menggantikan gigi susu sebelumnya.
Saat anak telah berusia 6-7 tahun, mereka akan mengalami periode gigi campur. Gigi akan tumbuh tidak beraturan akibat terjadinya peralihan masa antara tanggalnya gigi susu dan tumbuhnya gigi tetap. Untuk itu penting halnya bagi para orangtua untuk memperhatikan kesehatan gigi anak pada masa ini.
Meski akan mengalami pergantian, gigi susu sangat berfungsi bagi perkembangan setiap anak. Gigi susu membantu anak dalam proses pengucapan, membantu terjadinya proses pencernaan, serta menonjolkan unsur estetika pada wajah anak. Gigi susu juga memiliki fungsi lain yang tidak dimiliki oleh gigi tetap. Gigi susu dapat berfungsi sebagai penjaga pertumbuhan lengkung rahang sekaligus menjadi petunjuk bagi gigi tetap agar tidak tumbuh keluar dari jalurnya.
Kebanyakan kasus gigi yang menumpuk dan tidak beraturan terjadi akibat gigi susu yang tanggal sebelum waktunya. Biasanya gigi susu yang tanggal akibat karies atau dicabut akan membuyarkan petunjuk tumbuhnya gigi tetap. Rahang bekas tanggalnya gigi susu akan menyebabkan rahang melengkung dan menyempit sehingga tidak cukup menampung gigi dalam susunan yang teratur.
Pemantauan perkembangan gigi susu anak sebaiknya dilakukan teratur oleh orangtua. Mengajarkan anak untuk menggosok gigi secara benar dan teratur dengan sikat gigi khusus anak dapat menjadi solusi mencegahnya kerusakan gigi sejak dini. Membawa anak secara rutin ke dokter gigi dalam enam bulan sekali juga dapat membantu orangtua mengawasi pertumbuhan gigi susu anak.
Sumber: meetdoctor.com
Cara Sederhana Meningkatkan Prestasi Anak
Sarapan memberikan energi dan zat gizi yang diperlukan anak agar lebih fokus dan berkonsentrasi dalam beraktivitas di sekolah.
"Membiasakan sarapan bergizi dan tepat waktu, penting dilakukan terutama untuk anak usia sekolah dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kecerdasan serta kedisiplinan anak," ucap Ketua Umum PDGMI, Dr. Rachmi Untoro, MPH pada acara Deklarasi Pekan Sarapan Nasional & Simposium Nasional Sarapan Sehat, Selasa (08/01/13).
Penelitian yang dilakukan Cueto S dan Chinen M tahun 2008 menyimpulkan bahwa anak sekolah yang sarapan meraih skor tes memori, tes penyelesaian masalah dan prestasi belajar yang lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan.
Sarapan dapat mengatur fungsi otak dengan tiga mekanisme biologis, yaitu memberikan energi (glukosa) dan zat gizi pada sistem saraf pusat, memberikan zat gizi penting bagi tubuh, serta mengatur efisiensi kemampuan berpikir.
Sarapan terbukti bermanfaat bagi peningkatan mutu belajar anak, tetapi kenyataannya baru sekitar 50 persen anak sekolah di perkotaan yang biasa melakukan sarapan.
Selain itu penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara tidak rutin melakukan sarapan dengan kegemukan. Penelitian yang dilakukan Haug E pada pada tahun 2009 terhadap 200.000 anak sekolah yang kelebihan berat usia 11 hingga 15 tahun dari beberapa negara di Eropa menunjukkan bahwa melewatkan sarapan merupakan faktor resiko utama terjadinya kelebihan berat badan.
Sumber: Ghiboo.com
"Membiasakan sarapan bergizi dan tepat waktu, penting dilakukan terutama untuk anak usia sekolah dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kecerdasan serta kedisiplinan anak," ucap Ketua Umum PDGMI, Dr. Rachmi Untoro, MPH pada acara Deklarasi Pekan Sarapan Nasional & Simposium Nasional Sarapan Sehat, Selasa (08/01/13).
Penelitian yang dilakukan Cueto S dan Chinen M tahun 2008 menyimpulkan bahwa anak sekolah yang sarapan meraih skor tes memori, tes penyelesaian masalah dan prestasi belajar yang lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan.
Sarapan dapat mengatur fungsi otak dengan tiga mekanisme biologis, yaitu memberikan energi (glukosa) dan zat gizi pada sistem saraf pusat, memberikan zat gizi penting bagi tubuh, serta mengatur efisiensi kemampuan berpikir.
Sarapan terbukti bermanfaat bagi peningkatan mutu belajar anak, tetapi kenyataannya baru sekitar 50 persen anak sekolah di perkotaan yang biasa melakukan sarapan.
Selain itu penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara tidak rutin melakukan sarapan dengan kegemukan. Penelitian yang dilakukan Haug E pada pada tahun 2009 terhadap 200.000 anak sekolah yang kelebihan berat usia 11 hingga 15 tahun dari beberapa negara di Eropa menunjukkan bahwa melewatkan sarapan merupakan faktor resiko utama terjadinya kelebihan berat badan.
Sumber: Ghiboo.com
Friday, December 27, 2013
Tersedak Bisa Mematikan
Berikut adalah ulasan singkat mengenai pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika tersedak.
Apa yang sebenarnya terjadi saat kita tersedak?
Di
belakang mulut kita, terbuka 2 saluran yang mengarah ke tempat yang
berbeda, yang pertama adalah trakea yang mengarahkan ke saluran napas,
yang kedua adalah esophagus yang mengarahkan ke saluran pencernaan.
Seseorang dikatakan tersedak ketika ada benda asing berupa makanan,
benda, atau apapun bentuknya yang masuk ke saluran pernapasan dan menyumbat jalan napas. Henti napas inilah yang seringkali dapat membunuh seseorang.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk memberikan pertolongan pertama?
- Langkah pertama yang Anda bisa lakukan adalah menepuk punggung si korban tersedak, jika belum berhasil lanjutkan ke langkah kedua.
- Lingkarkan kedua lengan Anda di pinggang korban, tepatnya di antara pusar dan pertemuan iga kiri dan kanan.
- Kemudian penolong menghentakan tangannya ke atas seraya menarik tubuh korban ke belakang.
- Lakukan berulang kali, jika masih belum berhasil segera hubungi paramedis.
Jangan
lupa untuk meminta pasien memuntahkan benda yang membuatnya tersedak.
Cara ini dinamakan Heimlich maneuver di dalam dunia kedokteran, tidak
terlalu sulit bukan? Kemauan Anda untuk sedikit belajar hari ini dapat
menyelamatkan nyawa seseorang kelak! Salam sehat.
Sumber: klikdokter.com (dengan perubahan)
Kerugian Jika Banyak Mengkonsumsi Makanan Hangatan
Selain olahraga dan pola makan yang sehat untuk menjaga
kesehatan tubuh, ternyata cara mengolah makanan juga sangat penting.
Selain lebih baik menghindari makanan yang digoreng, maka disarankan
juga untuk tidak mengkonsumsi makanan hangatan, karena tubuh akan
mendapatkan kerugian.
Menurut Andang Widhawari Gunawan, ahli terapis nutrisi mengatakan makanan yang terkena panas sedikit saja, maka zat gizinya bisa hancur dan rusak, maka apalagi jika makanan yang terus berulang kali dihangatkan.
Dilansir dari detikhealth, efek kehilangan gizi ini akan semakin terasa jika menu yang dihangatkan berulang tersebut berupa sayuran. Selain rasanya yang juga berubah, menghangatkan sayuran berulang kali juga bisa menghilangkan gizi yang dikandungnya.
“Saya menganjurkan untuk masak secukupnya saja, jadi jangan dihangat- hangatkan. Itu nggak baik. Lebih baik sekali masak langsung habis,” terangnya.
Tak hanya masakan di rumah, makanan yang sering dihangatkan seperti pada jamuan pesta juga sebenarnya kurang sehat, karena menurut Adang, makanan tersebut dimasaknya sudah terlalu lama, dan harus dihangatkan sepanjang pesta agar tetap hangat.
Walaupun rasanya makanan hangatan kurang nikmat, tetapi ia menyarankan untuk tetap mengkonsumsi makanan sebelumnya dalam kondisi dingin. Jika tetap ingin mendapatkan manfaat kandungan gizinya.
“Jadi lebih baik tetap makan saja walaupun dingin, daripada dipanaskan terus-terusan,” terangnya.
Sumber: dreamersradio.com
Menurut Andang Widhawari Gunawan, ahli terapis nutrisi mengatakan makanan yang terkena panas sedikit saja, maka zat gizinya bisa hancur dan rusak, maka apalagi jika makanan yang terus berulang kali dihangatkan.
Dilansir dari detikhealth, efek kehilangan gizi ini akan semakin terasa jika menu yang dihangatkan berulang tersebut berupa sayuran. Selain rasanya yang juga berubah, menghangatkan sayuran berulang kali juga bisa menghilangkan gizi yang dikandungnya.
“Saya menganjurkan untuk masak secukupnya saja, jadi jangan dihangat- hangatkan. Itu nggak baik. Lebih baik sekali masak langsung habis,” terangnya.
Tak hanya masakan di rumah, makanan yang sering dihangatkan seperti pada jamuan pesta juga sebenarnya kurang sehat, karena menurut Adang, makanan tersebut dimasaknya sudah terlalu lama, dan harus dihangatkan sepanjang pesta agar tetap hangat.
Walaupun rasanya makanan hangatan kurang nikmat, tetapi ia menyarankan untuk tetap mengkonsumsi makanan sebelumnya dalam kondisi dingin. Jika tetap ingin mendapatkan manfaat kandungan gizinya.
“Jadi lebih baik tetap makan saja walaupun dingin, daripada dipanaskan terus-terusan,” terangnya.
Sumber: dreamersradio.com
Saturday, November 9, 2013
Benarkah menggosok gigi setelah makan baik untuk kesehatan mulut?
Selama ini kita selalu dianjurkan untuk mengosok gigi setelah makan oleh para dokter gigi. Jika anda sudah mengikuti kebiasaan tersebut, ternyata dalam sebuah penelitian hal tersebut malah tidak dianjurkan, lantas manakah yang benar?
Dilansir dari Huffington post, sebuah penelitian mengungkap, bahwa menggosok gigi setelah makan bisa jadi bukan langkah terbaik untuk merawat gigi. Banyak ahli kesehatan gigi yang setuju menggosok gigi setelah makan dapat menghilangkan gula dan sisa makanan sebelum tersentuh bakteri dan membentuk plak sehingga menghasilkan asam dan merusak enamel gigi.
Anggapan ini memang benar, walau peneliti juga menemukan hal yang bisa menyebabkan kerusakan gigi tak hanya gula tetapi juga asam. Makanan asam akan mempengaruhi pH dalam mulut. Makanan asam akan membuat enamel gigi menjadi lemah dan mudah rusak dan berlubang.
“Kami menemukan bahwa zat kariogenik, yang menyebabkan kerusakan gigi, tak hanya mengandung gula melainkan juga asam,” ungkap dokter gigi Jeffrey M Cole, mantan presiden Academy of General Dentistry.
Mulut memiliki pH normal tujuh, sementara makanan asam bisa menurunkan pH tersebut. Saat hal ini terjadi, sebaiknya seseorang menunggu hingga pH dalam mulut kembali normal. Jika dipaksa untuk langsung menggosok gigi ketika pH mulut masih asam, maka ini justru menambah kemungkinan kerusakan gigi.
Karena itulah, ketika makan atau minuman asam sebaiknya jangan langsung menggosok gigi. Tunggu beberapa saat hingga pH dalam mulut netral. Air liur dalam mulat bisa bekerja untuk menetralisir asam, jadi tunggulah sekitar 30 menit sebelum menggosok gigi.
Selain menggosok gigi, ada hal yang bisa anda lakukan untuk menetralkan pH dalam mulut, yaitu dengan berkumur menggunakan air atau mouthwash. Ini akan membantu menyeimbangkan pH dalam mulut dan mencegah plak.
Sumber: id.yahoo.com
Reaksi Tubuh Sesudah Minum Soda
Minuman bersoda sepertinya telah menjadi gaya hidup bagi remaja
di kota-kota besar. Bahkan semua restoran cepat saji pun memberikan minuman
bersoda sebagai pelengkap, tapi tak memperhatikan efek minuman bersoda bagi
tubuh.
Dilansir dari Dailyhealth, berbagai penelitian telah mengungkapkan efek
negatif minuman bersoda, salah satunya kadar gula dalam minuman ini yang
terlalu tinggi. Berikut reaksi tubuh setelah minum minuman bersoda:Pada 10 menit pertama
kadar gulan minuman bersoda mencapai sekitar 10 sendok makan mulai masuk dalam sistem sirkulasi tubuh. Anda akan muntah karena manisnya tetapi, asam fosfor yang ada didalamnya mengurangi rasa manis dan membuat anda tak merasakannya.
Setelah 20 menit
Kemudian tingkat gula darah mulain naik, menyebabkan lonjakan pada insulin. Diikuti lever yang bereaksi dengan mengubah semua gula yang masuk menjadi lemak. Dan saat itu, banyak sekali gula dalam sistem sirkulasi tubuh.
Setelah 40 menit
Kafein kemudian diserap secara sempurna, pupil mata akan melebar, tekanan darah meningkat. Kemudian lever akan membuang lebih banyak gula pada aliran darah. Sedangkan Reseptor adenosine pada otak akan terblokir sehingga anda akan merasa mengantuk.
Setelah 45 menit
Tubuh mulai meningkatkan produksi dopamin, merangsang bagian otak yang berkaitan dengan rasa senang. Proses ini sebenarnya hampir sama dengan cara kerja heroin pada otak.
Setelah 1 jam
Asam Fosfat mengikat kalsium, magnesium, dan seng dalam usus bagian bawah dan memberikan dorongan pada metabolism tubuh. Sedangkan dosis gula dan pemanis buatan dalam minuman bersoda yang sangat tinggi akan meningkatkan ekskresi kalsium.
Efek diuretik yang dimiliki oleh kafein mulai terasa. Anda akan sering buang air kecil. Akan banyak kalsium yang terikat, ikut keluar bersama urine.
Setelah lebih dari 1 jam
Ketika tingkat gula darah yang awalnya melonjak kemudian menurun, membuat anda menjadi mudah marah atau merasa sangat lamban. Saat ini, tubuh juga berusaha mengeluarkan semua cairan dari minuman soda pada tubuh. Namun tentunya pengeluaran ini diikuti dengan pengeluaran nutrisi serta mineral penting untuk tulang serta gigi. Pengeluaran cairan ini juga membuat mengalami dehidrasi.
Sumber: id.yahoo.com
Subscribe to:
Posts (Atom)











